Pages

Sabtu, 03 Januari 2015

lima tugas keluarga & fungsi keluarga dalam kesehatan


           A.    definisi keluarga

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala   keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan

B.    lima  tugas keluarga

1.   Mengenal masalah kesehatan
Kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan keluarga yang tidak boleh di abaikan, karna kesehatan berperan penting dalam keluarga

2.   Memutuskan tindakan yang tepat bagi keluarga
Peran ini merupakan upaya keluarga untuk mencari pertolongan yang tepat sesuai dengan keadaan keluarga
Adapun klarifikasi nya adalah :
a.   Apakah masalah dirasakan oleh keluarga ..??
b.   Apakah kepala keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang di hadapi salah satu anggota keluarga ….??
c.   Apakah kepala keluarga takut akibat dari terapi yang di lakukan terhadap salah satu anggota keluarga nya ..?
d.   Apakah kepala keluarga percaya pada petugas kesehatan ..?
e.   Apakah keluarga mempunyai kemampuan untuk menjangkau fasilitas kesehatan ..?

3.   Memberikan perawatan pada keluarga yang sakit
Pemberian secara fisik merupakan beban paling berat yang di rasakan keluarga (friedman,1998)
Suprajitno (2004) menyatakan bahwa keluarga memiliki keterbatasan dalam mengatasi masalah keperawatan keluarga,
Untuk mengetahui yang dapat di kaji yaitu :
a.   Apakah keluarga aktif dalam ikut merawat pasien ..?
b.   Bagaimana keluarga mencari pertolongan dan mengerti tentang perawatan yang di perlukan pasien ..?
c.   Bagaimana sikap keluarga terhadap pasien ..?

4.   Memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga
a.   Pengetahuan keluarga tentang sumber yang di miliki di sekitar lingkungan rumah
b.   Pengetahuan tentang penting nya sanitasi lingkungan dan manfaat nya
c.   Kebersamaan dalam meningkat kan dan memelihara lingkngan rumah yang menunjang kesehatan

5.   Menggunakan pelayanan kesehatan
Untuk mengetahui kemampuan keluarga dalam memanfaatkan sarana kesehatan yang perlu di kaji tentang :
a.   Pengetahuan keluarga tentang fasilitas kesehatan yang dapat di jangkau keluarga
b.   Keuntungan dari adanya fasilitas kesehatan
c.   Kepercayaan keluarga terhadap pelayanan kesehatan yang ada
d.   Apakah fasilitas kesehatan dapat terjangkau oleh keluarga

         C.     Menurut Friedman (1998), terdapat lima fungsi keluarga, yaitu :

1.   Fungsi afektif (The Affective Function) adalah fungsi keluarga yang utama untuk mengajarkan segala sesuatu untuk mempersiapkan anggota keluarga berhubungan dengan orang lain. Fungsi ini dibutuhkan untuk perkembangan individu dan psikososial anggota keluarga.

2.   Fungsi sosialisasi yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan dalam lingkungan sosialnya. Sosialisasi dimulai sejak lahir. Fungsi ini berguna untuk membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak dan dan meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

3.   Fungsi reproduksi (The Reproduction Function) adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan keluarga.

4.   Fungsi ekonomi (The Economic Function) yaitu keluarga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan tempat untuk mengembangkan kemampuan individu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

5.   Fungsi perawatan atau pemeliharaan kesehatan (The Health Care Function) adalah untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar tetap memiliki produktivitas yang tinggi. Fungsi ini dikembangkan menjadi tugas keluarga di bidang kesehatan.

Selasa, 17 Juni 2014

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) IBU MENYUSUI



SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
IBU MENYUSUI

Pokok Bahasan           : Gizi seimbang ibu hamil
Hari/tanggal                : Selasa, 17 juni 2014
Jam/waktu                  : 09.00 WIB
Sasaran                       : ny. Rosita dan keluarga
Penyuluh                     : rizki maulana
Tempat                        : cilamaya lama

       1.      Tujuan Instruksional Umum ( TIU )
Setelah mendapatkan penjelasan tentang nutrisi ibu hamil selama 10 menit, diharapkan pasien  dapat mengerti dan memahami tentang berbagai kebutuhan zat gizi  pada ibu hamil
       2.      Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )
Setelah mendapatkan penjelasan tentang nutrisi ibu hamil, diharapkan klien mampu:
1.               klien dapat mengerti pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil
2.               klien mengerti dan paham tentang Kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil
3.               klien mengerti Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil
4.               klien dpat mengerti Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil
 3. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab

 4.  Media dan Alat Peraga
- Leaflet
- lembar balik

 5. Proses Kegiatan Penyuluhan

jam
Kegiatan
Respon
Waktu
09.00 sd 09.05
Pendahuluan
a)                Menyampaikan salam
b)               Menjelaskan tujuan
c)                Kontrak waktu
d)               Tes awal

Membalas salam

Mendengarkan

Memberi respon
Menjawab soal
5 Menit
09.05
Sd 09.15
Inti
a)                Pengertian gizi seimbang ibu hamil
b)               Kebutuhan zat gizi untuk ibu hamil
c)                Manfaat gizi seimbang untuk ibu hamil
d)               Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil
Mendengarkan dengan penuh perhatian
10 Menit
09.15 sd 09.20
Penutup

a)                Tanya jawab


b)               Tes akhir

c)                Menyimpulkan
             hasil penyuluhan
d)                Memberi salam           
              penutup


a)                Menanyakan yang belum jelas

b)               Aktif bersama

c)                Menyimpulkan

d)               Membalas salam
5 Menit



Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil

I.     Mengapa gizi seimbang penting bagi ibu hamil?
Gizi seimbang ibu hamil adalah makanan yang mengandung zat-zat yang dibutuhkan ibu selama kehamilan dalam susunan yang seimbang dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan gizi ibu hamil.
Gizi seimbang sangat penting terutama pada ibu yang sedang hamil untuk keperluan dirinya sendiri dan juga janinnya. Keadaan gizi juga dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin, pertumbuhan dan perkembangan janin, serta persiapan laktasi ibu. Sehingga kebutuhan makanan ibu meningkat. Makanan tersebut digunakan untuk pembentukan janin, persiapan pembentukan ASI, tumbuh kembang bayi selanjutnya dan untuk kesehatan ibu. Pada tiga bulan kehamilan, kebutuhan makan naik perlahan-lahan tetapi pada bulan-bulan selanjutnya pertumbuhan janin yang dikandung tumbuh dengan pesat sehingga makanan yang dibutuhkan juga meningkat.

Pertambahn berat badan yang diharapkan pada ibu hamil

       A.    TRIMESTER I (minggu 1 – 12) : 1 – 2,5 kilogram
Trimester pertama penting karena saat itu terjadi pembentukan dan pertumbuhan otak, syaraf,  jantung dan organ-organ reproduksi janin. Pada saat yang sama, kemungkinan nafsu makan ibu berkurang karena mual-mual dan muntah. Tidak heran jika kenaikan bobot ibu pada trimester pertama tidak banyak. Bahkan kadang berat badan malah turun sekilo, dua kilo.
Jangan khawatir janin kurang nutrisi karena tubuh anda akan selalu memprioritaskan kebutuhan janin, meski harus ‘mencuri’ cadangan gizi dari tubuh anda. Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering seperti susu, telur, buah-buahan, asinan, sup dan lain-lain. Dan makanan ringan lainya seperti biscuit, cracers, dan sebagainya sesuai dengan selera ibu masing-masing.

B.  TRIMESTER II (minggu 12 – 28) : 5 kilogram
Pada trimester kedua nafsu makan anda biasanya pulih sehingga berat badan meningkat rata-rata 0,35-0,4 kg per minggu. Pertumbuhan janin pun ngebut. Sebagian besar berat badan anda ‘terserap’ untuk pertambahan berat janin. Kebutuhan akan zat gizi tenaga seperti nasi, roti, singkong, gula, minyak, santan, dan lain-lain lebih banyak diperlukan dibandingkan kebutuhan saat tidak hamil, demikian juga kebutuhan zat pembangun dan pengatur seperti lauk pauk, sayuran, dan buah-buahan berwarna, Tambahan kalori dan protein adalah 3,85 kalori dan protein 12 gram terdiri dari:
• Nasi: ½ piring
• Ikan: ½ potong
• Tempe: 1 potong
• Sayuran: 1 ½ mangkok
• Minyak: ½ sendok makan

C. TRIMESTER III (28- lahir) : 4 – 5 kilogram
Meski pada minggu ke-28 pertambahan volume darah ibu hamil mencapai puncaknya, namun secara keseluruhan pertambahan berat badan pada trimester ini kembali melambat. Syukurlah, karena itu pun sudah membuat ibu hamil kepayahan membawa perut pesarnya.
Pada saat ini janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Umumnya nafsu makan ibu sering lapar jangan makan yang berlebihan sehingga BB tidak naik terlalu banyak. Bahan makanan yang banyak mengandung lemak dan hidrat arang seperti makanan yang manis-manis dan gorengan dikurangi.
Bahan makanan sumber zat pengatur dan pembangun perlu diberikan lebih banyak dibanding pada kehamilan TM 2 karena selain untuk pertumbuhan janin sangat diperlukan ibu untuk proses persalinan. Pada masa ini lambung menjadi sedikit terdesak, dan ibu merasa kepenuhan karena itu berikan makanan dalam porsi kecil asal sering agar gizi yang diperlukan ibu dapat terpenuhi.
Kemana larinya berat badan ibu hamil?
1.          Berat janin 2,5 -3,5 kg
2.          Plasenta +/- 0,5 kg
3.          Cairan ketuban 0,5 – 1 kg
4.          Darah +/- 2 kg
5.          Cairan tubuh +/- 1,5 kg
6.          Rahim 0,5 – 1 kg
7.          Payudara +/- 0,5 kg
8.          Cadangan lemak +/- 3,5 kg
Berapa harus naik?
Jika sebelum hamil berat badan anda kurang, atau sebaliknya kegemukan, sebaiknya sesuaikan dulu dengan berat badan normal sesuai klasifikasi berat badan. Ini karena, berat badan sebelum hamil ternyata mempengaruhi seberapa seberapa banyak kenaikan berat badan yang dianjurkan selama hamil.
      1)     Bila berat badan anda sebelum hamil normal, maka pertambahan sebaiknya antara 9 – 12 kg
      2)     Bila berat badan anda sebelum hamil berlebih, maka pertambahan sebaiknya antara 6 – 9 kg
    3)     Bila anda mengandung bayi kembar dua atau lebih, maka kemungkinan berat badan anda akan bertambah lebih banyak dari jika mengandung satu bayi.
  
     II. Kebutuhan zat gizi selama kehamilan :
  1. KARBOHIDRAT
 ü   Sebagai sumber tenaga
 ü   Dapat diperoleh dari jenis padi – padian, umbi – umbian seperti kentang.
  1. PROTEIN
 ü Sebagai zat utama untuk membangun jaringan – jaringan bagian tubuh.
 ü Sumber protein hewan, daging, ikan, unggas, telur.
 ü Sumber protein nabati : kacang kedelai, kacang tanah, kacang merah, kacang-kacangan dan lain-lain
            C.    VITAMIN C
 ü  Dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
 ü  Dapat diperoleh dari :Buah – buahan yang berwarna kuning seperti : jeruk, wortel, sayur – sayuran
  1. VITAMIN A
 ü  Untuk perkembangan psikomotor dan penglihatan anak.
 ü  Sumber vitamin A
Bahan hewani : - Minyak ikan, kuning telur
Bahan nabati   : - Wortel dan sayuran daun seperti bayam, kangkung.
       Buah – buahan yang berwarna merah seperti tomat dan pepaya
  1. ZAT BESI
 ü  Untuk pembentukan darah.
 ü  Dapat diperoleh dari :
    a)     Bahan makanan hewan seperi telur, hati, daging
    b)      Bahan makanan nabati kacang – kacangan seperti : kacang tanah, kacang kedelai,sayuran hijau seperti bayam, daun singkong, kangkung.
  1. CAIRAN
Air merupakan bagian tubuh yang terbesar. Hampir ¾ dari berat tubuh adalah air. Tubuh menggunakan air untuk beberapa fungsi. Air adalah pelarut semua hasil pencernaan, pembawa zat – zat kotoran dari sel – sel ke ginjal. Air juga menolong mengatur suhu tubuh. Seseorang memerlukan sekitar 6 – 8 gelas air dalam sehari.
  ü  Ibu hamil dianjurkan minum 2 liter per hari.
  ü  Prinsip makana ibu hamil à Makan 1 – 2 piring lebih  banyak dari biasanya selama hamil.
  §  Makan aneka ragam makanan 4 – 5 kali sehari untuk memenuhi gizi ibu selama hamil;
  §  Menghindari makanan yang berbumbu pedas dan berlemak.
  §  Menghindari alcohol, karena dapat mengganggu pencernaan dan janin.
      Sumber air bagi tubuh ada 3 macam yaitu:
1. Melalui cairan yang diminum seperti air bersih, susu, sari – sari buah dan lain   sebagainya.
2. Melalui makanan seperti sayur mentah, buah – buahan yang kaya air, sop dan makanan lainnya yang   
     mengandung banyak air.
3. Melalui metabolisme dalam tubuh.

G.   Mineral
            Mineral dibutuhkan untuk pembentukkan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi system pembuluh darah jantung dan lain-lain. mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Ada 15 macam mineral yang diperlukan tubuh seperti kalsium, ferrum, yodium, mangan, chlorine, fosfor, belerang, seng, kalium, sodium, dsb.
  ü  Makan yang mengandung mineral diantaranya adalah susu, hati, kuning telur, sayur-sayuran yang berwarna hijau,  daging, dan ikan.

III. Manfaat gizi seimbang pada ibu hamil
a.       Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan
b.      Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri
c.       Supaya luka-luka persalinan lekas sembuh dalam nifas

Contoh menu makanan ibu hamil
Makan pagi
 ü  Nasi 150 gram = 1 gelas
 ü  Telur 60 gram = 1 butir
 ü  Tempe 50 gram = 2 potong
 ü  Sayuran 50 gram = ½ gelas
 ü  Minyak 5 gram = ½ sendok makan
 ü  Susu 200 cc = 1 gelas

Pukul 10 : bubur kacang hijau 1 gelas
Makan siang / sore
 ü  Nasi 200 gram = 1 ½ gelas
 ü  Ikan 50 gram = 1 potong
 ü  Tempe 50 gram = 2 potong
 ü  Sayuran 100 gram = 1 gelas
 ü  Papaya 100 gram = 1 potong
 ü  Minyak 10 gram = 1 sendok makan
     III.          Dampak bila ibu kekurangan gizi
v Pengaruh bagi ibu hamil:
a.    Ibu lemah dan kurang nafsu makan
b.    Perdarahan dalam masa kehamilan
c.    Kemungkinan terjadi infeksi tinggi
d.    Anemia/kurang darah
v Pengaruh waktu persalinan:
a.    Persalinan sulit dan lama
b.    Persalinan sebelum waktunya (prematur)
c.    Perdarahan setelah persalinan
  v Pengaruh pada janin:
a.    Keguguran
b.    Bayi lahir mati
c.    Cacat bawaan
d.    Anemia pada bayi
e.    Berat badan lahir rendah